"Leave your comfort zone!", adalah salah satu saran klasik untuk memicu kreativitas dan meningkatkan kualitas hidup. Walaupun kebanyakan orang bicara soal comfort zone dalam konteks kondisi mental, minggu ini saya juga bisa dibilang baru saja meninggalkan comfort zone, dalam artian yang lebih harfiah: Pindah kos..!
Walaupun pindah kos, ibu kosnya tetap sama. Jadi ceritanya di penghujung November tahun lalu si ibu kos menemukan tawaran rumah menarik di area yang sudah beliau impikan sejak dulu. Jadilah beliau ambil tawarannya, dan menjual rumah sebelumnya, in which tempat saya ngekos sampai kemarin. Waktu itu beliau langsung mengabari, dan bilang bahwa saya bisa tetep ikut pindahan, kan sudah teken kontrak. Atau kalau mau cari tempat lain juga boleh. Setelah dipertimbangkan, ya sudah saya ikut ibunya saja sampai kontrak selesai. Selain ternyata tempatnya nggak jauh-jauh amat dari tempat sebelumnya, saya juga dapet potongan harga *oportunis*. Cari apartemen baru malah lebih susah dan ribet.
Pindahannya sendiri lumayan bikin capek. Si ibu kos sih seminggu sebelum pindahan betulannya sudah bolak-balik ke rumah baru, ngecat-ngecat dinding dan nyicil bawa barang. Tapi tetap saja pas hari H pindahan, barang-barangnya masih banyak, beliau sampai agak-agak frustasi jadinya, dan ngasih petuah ke saya untuk nggak meniru kebiasaan beliau menumpuk barang. "Less is more, remember that, Tanti!", kata beliau. Padahal ya saya sendiri baru lima bulan disini, tapi barang sudah lumayan beranak-pinak T_T... Gawat. Compulsive hoarder detected. Nanti kalau pindahan lagi bakal ribet nih...
Kalau yang sebelumnya, rumah beliau itu beneran rumah, satu bangunan satu rumah. Kalau yang sekarang, dalam satu bangunan ada 4 rumah, jadi semacam apartemen kecil. Rumah yang lama terasa lebih homey dan klasik, khas rumah Swedia sekali... Tapi yah yang sekarang juga bagus kok. Interior dan fasilitasnya lebih modern. Plus lainnya dari tempat yang baru ini adalah lokasinya lebih dekat ke halte bis, dan bisnya datang lebih sering, sekitar 10 menit sekali. Di rumah yang lama, bis datang 30 menit sekali jadi harus betul-betul memperhitungkan waktu kalau mau keluar rumah... Jadi lost-gainnya seimbang lah.
Meninggalkan tempat yang sudah mulai terasa sebagai rumah, rasanya agak sedih juga.... Tapi untungnya lagi, furnitur di rumah baru juga kebanyakan diambil dari rumah yang lama. Jadi kalau untuk rumah sih masih setengah comfort zone sebetulnya. Yang betul-betul baru malah jalur bisnya. Seru juga melewati jalur baru, rumah-rumah baru, fresh. Tapi jadinya nggak naik bis nomor 90 lagi, yang sudah terasa jadi jalur pribadi, dimana saya sering dibuat misuh-misuh karena datangnya telat...
Yah begitulah, namanya juga pindahan ya pasti ada rasa-rasa melankolis gimana gitu. Tapi nantinya akan terbiasa juga. Dan yang pasti memang dengan pindahan, rasanya pikiran juga lebih fresh. Siap untuk memulai sesuatu yang baru. Timingnya juga pas dengan dimulainya perkuliahan semester baru, pula. Semangat! :)
| Jasa Pindahan Swedia. Mahal! |
Pindahannya sendiri lumayan bikin capek. Si ibu kos sih seminggu sebelum pindahan betulannya sudah bolak-balik ke rumah baru, ngecat-ngecat dinding dan nyicil bawa barang. Tapi tetap saja pas hari H pindahan, barang-barangnya masih banyak, beliau sampai agak-agak frustasi jadinya, dan ngasih petuah ke saya untuk nggak meniru kebiasaan beliau menumpuk barang. "Less is more, remember that, Tanti!", kata beliau. Padahal ya saya sendiri baru lima bulan disini, tapi barang sudah lumayan beranak-pinak T_T... Gawat. Compulsive hoarder detected. Nanti kalau pindahan lagi bakal ribet nih...
Kalau yang sebelumnya, rumah beliau itu beneran rumah, satu bangunan satu rumah. Kalau yang sekarang, dalam satu bangunan ada 4 rumah, jadi semacam apartemen kecil. Rumah yang lama terasa lebih homey dan klasik, khas rumah Swedia sekali... Tapi yah yang sekarang juga bagus kok. Interior dan fasilitasnya lebih modern. Plus lainnya dari tempat yang baru ini adalah lokasinya lebih dekat ke halte bis, dan bisnya datang lebih sering, sekitar 10 menit sekali. Di rumah yang lama, bis datang 30 menit sekali jadi harus betul-betul memperhitungkan waktu kalau mau keluar rumah... Jadi lost-gainnya seimbang lah.
| Rumah yang lama, Jalan Melon |
| Kamar yang lama, luas ^^ |
| Kamar baru, lebih kecil tapi tetap nyaman.... ^^ Nice view |
Yah begitulah, namanya juga pindahan ya pasti ada rasa-rasa melankolis gimana gitu. Tapi nantinya akan terbiasa juga. Dan yang pasti memang dengan pindahan, rasanya pikiran juga lebih fresh. Siap untuk memulai sesuatu yang baru. Timingnya juga pas dengan dimulainya perkuliahan semester baru, pula. Semangat! :)







