Seberapa akurat kah ungkapan diatas berlaku? Di mata kuliah intercultural communication yang sedang saya ikuti, pak dosennya sempat membahas mengenai konsep bahasa mencerminkan bangsa ini. Ada beberapa teori yang menjelaskan bahwa bahasa dan budaya membentuk cara berpikir seseorang (misalnya teori Saphir-Whorf), dan banyak juga contoh yang sudah banyak dikenal orang, misalnya: Orang Eskimo punya banyak perbendaharaan kata untuk istilah salju, sementara orang Inggris punya banyak perbendaharaan kata untuk bagian-bagian daging sapi. Orang Swedia? Punya banyak perbendaharaan kata untuk produk-produk susu: Mjölk, Lattmjölk, mellanmjölk, filmjölk, etc etc...